Info update
Loading...
Kamis, 24 September 2015

Accera Benda Bersejarah Di Istana Balla Lompoa

  Plt, Bupati Gowa Drs.H.Sidiq Salam hadir dalam acara "accera Kalompoang" benda Pusaka di Istana Balla lompoa (FT.MIH/SKS)
       Accera kalompoang adalah acara adat yang sudah turun-temurun dilaksanakan keluarga besar raja gowa. Accera kalompoang atau kegiatan pencucian benda-benda bersejarah berupa benda pusaka yang dipakai dijaman kerajaan.
     Pencucian ini, di dahului dengan kegiatan A'lekka Jene di Bungung Barania dilanjutkan dengan Appidalleki di Istana Balla Lompoa kemuadian besoknnya dilanjutkan dengan Annyossoro benda-benda yang dianggap benda pusaka kalompoangna dijaman Kerajaan yang dipakai sebagai alat perang.       Adat turun -temurun yang dilakukan kelurga besar antara lain berupa Annyossoro Salokoa, Dara-Dara, Olala atau Kalung dari Tumanurung, Kancing Gaukang Empat biji dengan berat 247 gr, Rante Manila dengan berat 270 gr, Keris, Badik,
      Upacara Aklekka Jene, adalah kegiatan yang memohon doa untuk keselamatan pasukan disaat mau menjalankan tugas kerajaan dan keselamatan rakyat.
      Pelaksanaan Accera Kalompoan di Istana Balla Lompoa kali ini(2015) terasa lain dari biasanya atau tahun sebelumnya. Perwakilan keluarga Raja Gowa , karaeng dari Takalar/Galesong , Sanrobone, Laikang hadir meramaikan dan menyaksikan Annyossoro benda pusaka Raja Gowa.
      Selain itu, sejumlah negara hadir melalui perwakilan budaya masing-masing, antara lain dari Cina, Jepang, Belanda, Korea dan Afganistan. Mereka datang hanya ingin melihat sampai sejauh mana acara Accera Kalompoang yang katanya sudah mendunia karena kekuatan Raja Gowa ketika itu.
        Pelaksana Bupati Gowa, Sidiq Salam dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa tradisi accera Kalompoang benda pusaka Raja Gowa harus memang dilestarikan dan dijadikan sebagai kebanggaan karena tidak semua daerah memiliki kebudayaan seperti yang dimiliki rakyat gowa. Untuk itu momen seperti ini hendaknya dijadikan acuan untuk memupuk kebersamaan dan meningkatkan jiwa patriot, persatuan sebagai mana makna yang terkandung dalam accera benda pusaka.
      Lebih jauh dikatakan Sidiq Salam, bahwa kegiatan ini memberi simbol bahwa kita semua di Gowa ini, harus selalu bersatu, hidup berdampingan penuh kedamain. Karena sesungguhnya kita ini memiliki satu darah, yakni darah pejuang yang dilahirkan sebagai pemberani. Sebagai mana yang sudah diperlihatkan para leluhur kita, Raja Gowa.(****)
  Pasukan pengawal Raja/Pasukan                     "  Tubarania "

     

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top