Info update
Loading...
Senin, 21 September 2015

BEGAL , KENAPA MESTI ADA DITENGAH KITA ?

BEGAL, kenapa mesti ada ditengah-tengah masyarakat ? Para pelakunya sudah sangat menakutkan, tampang pelakunya penuh "tatto"  menyeramkan memang, keadaan yang sudah sepertinya tak beradab lagi. Rasa saling menyayangi dan menghormati sudah terkikis. Menyakiti bahkan saling membunuh dianggap lumrah saat ini. Nyawa manusia sudah dianggap seperti binatang bagi sang Begal. Tak takut dosa dan tak takut lagi dengan hukum. Baginya yang penting dapat uang
      Perlakuan sang Begal tak punya lagi rasa takut, apalagi malu. Mereka lakukan dengan entengnya ketika memangsa buruannya. Rasa kasian, apalagi prikemanusiannya sudah sangat jauh dari diri sang Begal. Dan ketika mendapatkan incarannya nafsu birahi dan nafsu merusak bahkan nafsu membunuh timbul tiba-tiba ketika terdesak.
      Rasa takutnya ada ketika aparat Polisi mengintainya. Tapi ketika tak ada polisi atau masyarakat maka semakin bernafsulah sang Begal. Kini masyarakat sipil sudah dikelilingi kelakuan yang sangat menyeramkan dan menakutkan. Begal sudah masuk dalam kehidupan sehari-hari, karena setiap saat kelakuannya sudah nampak didepan mata.
       Aparat dan elemen lain terlebih lagi dengan khusus kepolisian sudah tak aman lagi, karena polisi sendiri sering menjadi korban sang Begal. Lalu bagaimana dengan masyarakat sipil ? Entahlah ? Karena yang pasti masyarakat sudah sangat takut dengan situasi ini. Untuk itu, marilah kita semua elemen masyarakat agar merapatkan barisan dan menumbuh-kembangkan kebersamaan untuk melawan dan mencegah aksi Begal. Mari kita semua anak bangsa bersatu kembalikan budaya dan kearifan lokal ada rasa malu jika berbuat salah, lahirkan rasa takut, pertebal rasa kesetia kawanan. Wujudkan rasa pacce na siri, sipakatau nakisipakalabbiri, saling menghormati antara yang muda dan yang tua. Dan yang terpenting adalah mari berpegang kepada adat dan istiadat para lelehur kita. Karena Bangsa kita adalah Bangsa yang beradab. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu, hukuman berat bahkan DOR sekalian sebagai pembelajaran agar " BEGAL" bisa kapok ( Penulis: Ketua "Mappilu-Lippi")***

   

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top