Info update
Loading...
Sabtu, 19 September 2015

KPUD GOWA JAGA MARWAH DAN NETRALITASNYA

        Sejumlah kalangan menilai Pilkada Gowa masuk dalam sona merah, bersama daerah Soppeng, daerah ini ditengarai paling rawan ada kecurangan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Pasalnya sebanyak 5 paslon yang ikut dalam konstestan pilkada antara lain ;
 -Andi Maddusila-Wahyu Permana (Wattunnami),
-Syahrir- Muh Anwar, (Jamanta)
-Jamaluddin- Masykur ( Sabarki )
-Tenri Olle YL- Khairil Muin (Sayang Ibu)
-Adnan IYL-Abd Rauf Kio (Panglima).
     Ke lima paslon dipastikan tak mau kalah sehingga setiap berusaha semaksimal mungkin ingin meraih hatinya rakyat. Paslon-paslon ini tentunya tidak ada yang mau merasa dicurangi. Sekalipun dari sekarang sudah terlihat gerak-gerik yang akan mengarah adanya kecurangan. Bahkan sudah mulai nampak dari pihak-pihak tertentu. Banyaknya paslon yang akan maju memperebutkan hatinya rakyat Gowa tentu membutuhkan kerja estra semua pihak terutama KPUD dan Panwaslu Gowa. Mengingat banyaknya paslon bupati dan wakil bupati sedang bersaing meraih kemenangan.
      Pasangan calon( paslon) yang akan maju, pastilah berusaha semaksimal mungkin untuk menang. Tidak perduli apakah kemenangannya diraih dengan terhormat atau penuh intrik kecurangan. Untuk itu, kata salah seorang tokoh pemuda asal Gowa yang menginginkan agar pilkada serentak yang akan dihelat 9 Desember 2015, Idrus Rumpa SH, berharap agar bisa berjalan dengan damai, aman dan terkendali. Menurutnya, kemenangan paslon jauh lebih terhormat ketika pilkada Gowa berjalan sesuai aturan. Untuk itu dihimbau kepada seluruh elemen masyarakat terutama pihak KPUD Gowa sebagai penyelenggara agar mengedepankan kenetralannya dan tidak berpihak kepada siapapun juga. Jangan lagi ada kesan, bahwa pihak KPUD yang nota benenya adalah wasit masuk dalam rana politik murahan lalu berpihak ke salah satu konstestan, urai Idrus Rumpa baru-baru ini. Jaga kotat suara dari TPS ke KPUD, siapkan genset saat perhitungan suara di TPS terlebih saat di Kantor KPUD Gowa.
     Lebih jauh dikatakannya, bahwa hal ini penting, agar pelaksanaan pilkada menghasilkan pemimpin yang amanah sehingga mendatangkan berkah untuk rakyat kedepan. Selain itu, nantinya Gowa tentu mendapat pengakuan yang baik dan positif dimata masyarakat luas, karena keberhasilannya dalam menyelenggarakan pesta rakyat. Keberhasilannya tentu bermuara kepada daerah lain bahwa pilkada Gowa berlansung aman tanpa di nodai kecurangan. Sehingga Gowa bisa dijadikan acuan barometernya dengan daerah lain.
       Itulah sebabnya, Pilkada Gowa sangat seksi dibahas di setiap perbincangan di masyatakatnya sendiri.
Karena dua paslon yang maju diantaranya adalah satu rumpun
keluarga yakni tante dan keponakan, masuk dalam dinasti Yasin Limpo. Yakni Tenri Olle YL bersaing dengan keponakannya Adnan IYL, anak mantan bupati Gowa, Ihcsan Yasin Limpo. Kedua kandidat ini ditengarai bisa mempengaruhi pihak semua lini, termasuk ke PNS dan KPUD.
      Namun demikian, sejumlah pihak berharap agar PNS dan KPUD menjauhkan dirinya bermain api politik dari paslon yang akan maju. Pilkada Gowa jangan lagi dikotori yang bisa mempengaruhi kemandirian dan kenetralan penyelenggara.
     Setidaknya himbauan dan aturan dari instansi atau lembaga resmi produk undang-undang agar tetap menjaga marwahnya. Jangan mau dibujuk rayu oleh pasangan tertentu. Biarlah Pilkada Gowa kali ini menjadi sejarah terselenggaranya pilkada yang baik, aman dan sukses.
        Demikian halnya, kepada masyarakat dihimbau agar berpartisipasi dalam menggunakan hak suaranya. Rakyat jangan golput, jadilah warga negara yang baik turut memberi andil dalam memilih calon pemimpinnya, pungkas Idrus Rumpa lewat selulernya malam tadi. Selain itu, sejumlah elemen dihimbau terutama dari kalangan PERS dan LSM maupun lembaga independen lainnya secara bersama-sama menjaga kenetralannya demi menghasilkan pilkada aman dan damai ( A.Kadir Sijaya ).


0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top