Proyek Revitalisasi Kanal Jongaya Di Sorot
Hal ini disampaikan Koalisi Forum Mahasiswa Hukum Selatan-selatan, dalam mencermati proyek Balai. Zulkifli mengatakan bahwa saat ini, senin 19 Oktober 2015.
Bahkan dari segi kelayakan patut dipertanyakan. Mutu dan kwalitas harusnya menjadi pegangan bagi kontraktor tapi kebanyakan dari mereka mengabaikan mutu pekerjaannya. Bahkan selalu mengedepankan keuntungannya, ungkap Zulkifli kepada wartawan Media Indonesia Hebat baru-baru ini.(senin 19-10-15)
Lebih jauh dikatakannya bahwa khusus Revitalisasi Kanal Jongaya yang menelan anggaran APBN tahun 2015 sebesar Rp 1.427.240.000 yang dikerjakan CV.Cahaya Luhur Kurnia hanya menggunaka rakit-rakit. Harusnya kanal sebesar Jongaya ini harusnya menggunakan skapator mengingat kedalaman lumpur dan materi sampah yang ada di sungai itu. Lambat, karena dikerjakan dengan manual. Bisa dibayangkan Kanal seperti Jongaya dan Pannampu harusnya menggunakan skapator demi maksimalnya pekerjaan yang harus dilakukan kontraktor.
Sejumlah warga yang bermukim dekat kanal mengatakan bahwa kalau hanya menggunakan rakit seperti ini pastilah tidak maksimal. Keadaan lumpur yang sudah dalam harusnya dikerut dan dibersihkan, kita disini setiap musim hujan datang selalu kebanjiran karena kanal semakin dangkal. Daya tampung air sangat sedikit dikarenakan lumpur yang tidak dikerut. Banyaknya proyek Balai yg sampai saat ini belum dikerjakan pihak kontraktor membuat warga merasa kawatir jangan sampai hanya mengakali uang negara.
Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat sangat besar dengan harapan untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat sulsel. Namun tidak sedikit pula kepercayaan itu sering disalah gunakan oleh instansi yang diberi amanah, dalam hal ini, tentu saja PPK yang bersangkutan harus bertanggung jawab, tunggu penelusuran wartawan media Indonesia Hebat selanjutnya.
Dok.mediaindonesiahebat, 19/10/15/ bersambung (Kadir Sijaya)


0 komentar :
Posting Komentar