Info update
Loading...
Selasa, 08 Desember 2015

Mengapa Pilkada Mesti Menelan Korban Jabatan ?

Gowa-Media Indonesia Hebat, Hanya di Gowa yang terjadi, karena jelang penjoblosan sejumlah kasek ditarik menjadi guru biasa lalu dipindahkan.

Sampai saat ini, sebanyak enam kepala sekolah dan dua kepala UPTD di copot dari jabatannya dan pindah tugaskan ditempat lain. Kejadian ini seakan menjadi kelinci percobaan bagi rekan sejawat yang bersangkutan.

Ironisnya Kadispora, Idris Faizal Kadir dengan entengnya bertutur, dirinya yang menempatkan seseorang, maka dirinya pula yang berhak menariknya menjadi guru biasa. Sehingga tidak ada yang bisa melawannya.

Lalu kenapa hal ini terjadi disaat jelang pelaksanaan pilkada Gowa. Apakah yang bersangkutan dianggap tidak mau mengikuti saran dan arahannya ?

Inilah yang menimbulkan pertanyaan diberbagai kalangan. Karena PNS semestinya diam dengan segala hiruk pikuknya pilkada kenapa Gowa apalagi seorang Kadispora yang kiri-kanan OK dalam mematok segala keinginan juragannya.

Karena seharusnya PNS bersih dari intimidasi. Saat ini satu minggu jelang pilkda sudah enam orang kepala sekolah yang terjungkir karena dianggap berada dalam kubu seberangnya.

Perlakuan kadispora akan bisa membawanya ke rana hukum karena tanpa kesalahan seseorang mereka diobrak-abrik dengan alasan yang sangat tidak elegan.

Dia yang menempatkan dalam tugas kepala sekolah, maka dia pula yang berhak menariknya. Seakan tak mau tau bahwa jabatan yang sudah berada dipundak seseorang maka ada alas hukum yang mengikatnya. Tidak serta merta bisa dicopot, karena harus ada acuan aturannya dan harus jelas yang berhubungan dengan jabatan apakah seseorang ada kesalahannya ?

Perlakuan kadispora bisa berdampak kepada dirinya jika enam orang kasek yang dicopot secara tiba-tiba, dan melakukan perlawanan hukum. Hal ini dikatakan sejumlah pemerhati pendidikan dan aliansi LSM yang selama ini fokus terhadap kesewenang-wenangan, senin 7/12/15.
Hal yang paling hangat dan sangat mengagetkan bagi kaum pendidik yakni terjadi dalam diri DR. H. Abd Rakhim MPd, kasek SMA Neg 1 Bajeng yang betul-betul sangat mengagetkan.

Pantas saja kalau ribuan siswanya memprotes atas mutasi yang dianggap sepihak. Abd Rakhim yang selama ini dikenal tidak mau ambil pusing tentang pilkada kok tiba-tiba dimutasi. Apalagi selama memimpin SMA Neg 1 Bajeng/Limbung terus melonjak prestasi sekolah tersebut. Siswa-siswinya setiap tahun lolos masuk ke PTN yang bebas tes, wajarlah kalau siswanya protes dan demo agar kaseknya dikembalikan. Diduga ada pembisik yang salah dan menginginkan Abd Rakhim lengser disekolah ini.

Bahkan kuat dugaan yang merasa dekat dengan mantan bupati dan kadis itulah yang jadi pemicunya, karena yang bersangkutan menginginkan dirinyalah menjadi kepala sekolah yang tadinya dipimpin Abd Rakhim, ujar sumber yang tak ingin ditulis namanya, namun yang pasti orang itu akan diketahui identitasnya kelak.
(Tim MIH)


0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top