ADD Lancarkan Pembangunan Program Para Kades
Contoh Proyek pembuatan saluran air di desa Bontobiraeng Utara dengan ADD(S.Kadir Sijaya)
Penggunaan sejumlah ADD yang selama ini bergulir ditengah masyarakat tentulah sangat menggembirakan. Selain karena ada banyak hal yang menyangkut program pembangunan tentu bisa dilaksanakan. Sehingga dapat berimbas kepada rakyat tentu saja berkait dari kemudahan kebutuhan. Mengingat Program yang sudah direncanakan masing-masing kepala desa pastilah untuk kepentingan bersama. Misalnya perbaikan jalanan ( peving blok) pembuatan saluran air, pembuatan gorong-gorong, semua itu adalah untuk kepentingan bersama dan menyentuh langsung hajat hidup masyarakat, ujar kades Bontobiraeng Utara, yang juga mantan Koramil Bontonompo, H.Hamzah Rivai Daeng Lallo.
Kucuran ADD dari pemerintah kepada setiap desa sangat membantu kelangsungan program kades. Karena dana desa tersebut bisa membuat segala lebih baik. Artinya kades bersama masyarakatnya menyusun apa saja yang mau dibuat untuk kemajuan desa. Karena dana desa memang untuk kepentingan masyarakat dalam kaitan percepatan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang ada didesa.
Seperti contoh beberapa desa telah menyelesaikan sejumlah titik pekerjaan proyek misalnya, pembuatan saluran air, pembuatan veving blok, pembuatan gorong-gorong, rahab kantor desa, gaji pegawai desa semua ini bisa berjalan karena kucuran anggaran dari pemerintah melalui ADD.
Hanya saja sistimnya yang terlalu membatasi karena pencairannya yang melalui tahap-tahap. Padahal sudah tersusun dan terencana program desa yang mau dikerjakan saat ini dan kedepannya. Sementara dananya masih tersendat karena adanya sejumlah aturan dalam hal pencairannya. Sejumlah Kades mengatakan bahwa kita semua juga sangat hati-hati dalam mengololah anggaran ADD tersebut. Hanya saja kalau pekerjaan mau dikebut sementara uang belum cair kan masalah juga buat para kades, seperti akhir-akhir ini yang dialaminya, pencairannya sangat lama disisi lain pekerjaan mau dipercepat, gaji buruh dan gaji pegawai mau dibayarkan.
Yang jelas silahkan pemeriksa turun, BPKP, Inspektorat silahkan turun pantau dan melihat sejauh mana pekerjaan para kades dalam penggunaan ADD nya. Demikian juga lembaga lain seperti PERS(wartawan) dan LSM silahkan pantau dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD).
Hal ini dikatakan para kepala desa karena banyaknya keraguan dan rasa pesimis terhadap penggunaan ADD, yang pasti kita sudah perlihatkan semua melalui pekerjaan proyek didesa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kantor Desa yang sdh dipoles dgn ADD/Ft.S.Kadir Sijaya
Jalanan Peving blok dari ADD



0 komentar :
Posting Komentar